LAPAS KELAS I MEDAN BERIKAN HAK ASIMILASI DAN INTEGRASI KEPADA 43 ORANG WARGA BINAAN TERKAIT PANDEMI COVID-19

Medan, 02 April 2020 .. Menindaklanjuti Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor Pas-497.Pk.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, hari ini sebanyak 43 Narapidana yg sudah memiliki SK Asimilasi dan Pembebasan Bersyarat dibebaskan dari Lapas Kelas I Medan. 

Narapidana yang mendapatkan Hak Asimilasi dan Pembebasan Bersyarat terkait dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM tersebut merupakan narapidana dengan tindak pidana umum dan narkotika dengan lama pidana dibawah 5 Tahun. 

Hal tersebut selaras dengan tekad Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang tertuang dalam resolusi pemasyarakatan tahun 2020 yaitu dengan menekan angka overstaying dan overkapasitas di Lapas/ Rutan. Langkah tersebut juga dapat menghemat anggaran negara agar dapat dialokasikan menangani wabah pandemi covid-19.

LAPAS KELAS I MEDAN BERIKAN HAK ASIMILASI DAN INTEGRASI KEPADA 43 ORANG WARGA BINAAN TERKAIT PANDEMI COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *