EXIT MEETING PELAKSANAAN EVALUASI PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

Medan – Setelah melaksanakan Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko di Lapas Kelas I Medan selama 3 hari, pada hari ini, Rabu (21/09) Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesai melaksanakan Exit Meeting, yang merupakan hasil dari Evaluasi yang sudah dilaksanakan selama ini.

Pada kegiatan kali ini, disampaikan beberapa poin-poin penting, sebagai hasil evaluasi yang telah dilaksanakan. Salah satunya adalah bahwa Lapas Kelas I Medan, telah mendapatkan nilai 70,07 (tujuh puluh koma nol tujuh), yang artinya Lapas Kelas I Medan berada pada kategori 3 (Risk Defined), yang artinya adalah satuan kerja telah melakukan penerapan manajemen risiko yang ditunjukkan dengan satuan kerja telah mampu mengidentifikasikan dan menetapkan risiko-risiko kunci, melakukan reviu secara berkala dan menempatkan langkah penanganan atas risiko-risiko kunci dalam organisasi.
Selain hal tersebut diatas, tim Inspektorat Jenderal juga menyampaikan beberapa hal terkait kendala-kendala Pelaksanaan Penerapan Manajemen Risiko di Lapas Kelas I Medan, seperti kurangnya pengdokumentasian atas pemantauan, penerapan, pelaksanaan dan penangan risiko. Kemudian, perencanaan kegiatan yang dilakukan belum sepenuhnya memperhatikan profil risiko yang telah dibuat, dan belum adanya SOP menyeluruh terkait pengelolaan risiko.
Tim Inspektorat Jenderal juga memberikan rekomendasi, berupa langkah-langkah yang harus di lakukan di Lapas Kelas I Medan, agar Pelaksanaan Penerapan Manajemen Risiko di Lapas Kelas I Medan dapat terus terlaksana dengan baik.

Kalapas Kelas I Medan, Maju Siburian, yang pada kesempatan ini turut hadir dalam kegiatan ini, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Inspektorat Jenderal, atas kesediaannya dalam melakukan evaluasi terhadap Penerapan Manajemen Risiko di Lapas Kelas I Medan. “Ini merupakan satu kebanggaan bagi kami, bahwasanya Tim Inspektorat Jenderal bersedia hadir dan memberikan evaluasi bagi kami.

Bukan hanya sekedar memberikan evaluasi, tapi juga memberikan rekomendasi langkah-langkah yang harus kami lakukan agar Penerapan Manajemen Risiko di Lapas Kelas I Medan dapat berjalan lebih baik lagi. Hal ini tentunya sangat membantu kami, dan dapat kami jadikan panduan untuk bisa meningkatkan Penerapan Manajemen Risiko,s ehingga tugas dan fungsi kami sebagai UPT Pemasyarakatan dapat berjalan dengan baik”, tutupnya

TIM HUMAS LAGUSTA

EXIT MEETING PELAKSANAAN EVALUASI PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

Leave a Reply

Your email address will not be published.